Minggu, 08 November 2015

UGM rintis pengembangan sistem pertanian terpadu

UGM rintis pengembangan sistem pertanian terpadu

 Saat ini luas lahan produksi pangan di Indonesia berkisar 15,35 juta hektare, padahal yang dibutuhkan mencapai 24,2 juta hektare,"
Yogyakarta (ANTARA News) - Universitas Gadjah Mada Yogyakarta merintis pengembangan sistem pertanian terpadu melalui pemanfaatan areal hutan di bawah tegakan hutan untuk ketersediaan pangan.

"Semangat kami mengimplementasikan seluruh hasil riset dalam bidang kehutanan. Hutan tidak sekadar melindungi lingkungan, tetapi juga sumber pangan," kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwikorita Karnawati di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Perhutani mendukung program tersebut terkait dengan adanya pembukaan lahan hutan untuk ketersediaan pangan dan tebu seluas satu juta hektare.

Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Mohammad Naiem mengatakan selama dua dekade kebijakan pemerintah dalam mendorong kedaulatan pangan tidak dilakukan secara serius.

"Saat ini luas lahan produksi pangan di Indonesia berkisar 15,35 juta hektare, padahal yang dibutuhkan mencapai 24,2 juta hektare," katanya.

Menurut dia, program ketahanan pangan masih bertumpu pada lahan sawah yang mayoritas berada di Pulau Jawa yang lahannya setiap tahun kian menyusut drastis.

Oleh karena itu, kata dia, pemanfaatan hutan negara untuk mendukung sistem pertanian terpadu perlu digalakkan dengan cara tetap mempertahankan kondisi hutan.

Ia mengatakan Fakultas Kehutanan UGM sudah mencobanya dengan menanam empat varietas padi di area kawasan Perhutani di Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui sistem tumpangsari dan gumpang gilir di sela tanaman jati dan pinus.

"Di KPH Ngawi, Fakultas Kehutanan UGM mengembangkan sepuluh varietas padi gogo, tetapi saat ini baru tiga varietas unggulan yang sudah dikembangkan lebih lanjut. Tiga varietas padi itu adalah Situpatenggang, Inpago 4, dan Inpari," katanya. 

Sumber :http://www.antaranews.com/
Nama   : Mulia Hadi K. 
Gol/kelompok : B4/7

5 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. M. Rizal Maulana
    14/369380/PN/13905
    B4/6

    Dalam artikel ini, terdapat beberapa nilai penyuluhan sebagai berikut :
    A. Adanya sumber teknologi / ide / onovasi
    Ide yang terdapat pada artikel diatas adalah pengembangan sistem pertanian terpadu melalui pemanfaatan areal hutan di bawah tegakan hutan

    B. Adanya sasaran
    Beberapa sasaran yang telah dicapai dalam program yang telah disebutkan dalam artikel diatas adalah penanaman empat varietas padi di area kawasan Perhutani di Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui sistem tumpangsari dan gumpang gilir di sela tanaman jati dan pinus. Selain itu, Di KPH Ngawi, Fakultas Kehutanan UGM selanjutnya akan mengembangkan sepuluh varietas padi gogo dari tiga varietas unggulan yang sudah dikembangkan lebih lanjut. Tiga varietas padi itu adalah Situpatenggang, Inpago 4, dan Inpari.
    Sasaran publikasi artikel ini dapat ditujukkan pada Petani, Penyuluh, Peneliti dan Perusahaan di bidang Pertanian

    C. Adanya manfaat
    Manfaat yang dapat diambil dari publikasi artikel tersebut adalah pengetahuan akan kebutuhan lahan produksi pangan di Indonesia mencapai 24,2 juta hektare sedangkan yang tersedia hanyalah sekitar 15,35 juta hektare, semangat untuk mendukung sistem pertanian terpadu ialah perlumya digalakkan dengan cara tetap mempertahankan kondisi hutan, dan pengetahuan tentang keberhasilan beberapa realisasi usaha pertanian terpadu di Indonesia yang telah dilakukan di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

    BalasHapus
  4. Dalam artikel diatas terdapat beberapa nilai berita sebagai berikut :
    - Timelines
    Berita ini dipublikasikan pada bulan maret di tahun 2015, dapat disimpulkan berita yang disampaikan dalam artikel tersebut belum basi atau masih baru sebagaimana semakin maraknya program-program yang diluncurkan yang sejalan dengan program dalam artikel tersebut.

    -Proximity
    Berita tersebut dinilai sangat dekat dengan petani karena banyak pembahasan yang dipaparkan dalam artikel tersebut terkait dengan permasalahan di dunia pertanian

    -Policy
    Program yang dipaparkan dalam artikel tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Perhutani mendukung program tersebut terkait dengan adanya pembukaan lahan hutan untuk ketersediaan pangan dan tebu seluas satu juta hektare

    -Prominance
    Berita tersebut dimuat dengan pelaku program sebuah institusi pendidikan tinggi yang sudah terkenal baik di lingkungan nasional maupun internasional yaitu Universitas Gadjah Mada yang selanjutnya diharapkan dapat lebih banyak menarik minat pembaca

    BalasHapus
  5. -Development
    Program tersebut berhasil dilakukan dengan penanaman empat varietas padi di area kawasan Perhutani di Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui sistem tumpangsari dan gumpang gilir di sela tanaman jati dan pinus dan tiga varietas padi unggulan yaitu Situpatenggang, Inpago 4, dan Inpari di KPH Ngawi

    -Conflict dan Human Interest
    Permasalahan yang sekaligus menjadi ketertarikan dalam artikel tersebut adalah selama dua dekade kebijakan pemerintah dalam mendorong kedaulatan pangan tidak dilakukan secara serius dan program ketahanan pangan masih bertumpu pada lahan sawah yang mayoritas berada di Pulau Jawa yang lahannya setiap tahun kian menyusut drastis.

    BalasHapus